Harimau Tasmania Predator Australia yang Tinggal Cerita

Thylacine atau yang lebih populer disebut sebagai harimau Tasmania (Tasmanian tiger) adalah predator yang berada di urutan teratas dalam rantai makanan di Australia dan Tasmania sebelum punah pada awal abad 20.

Walaupun sangat mirip dengan anjing besar, harimau Tasmania sesungguhnya adalah binatang marsupial atau binatang berkantung yang tidak memiliki kaitan dengan anjing. Tampilan fisiknya yang mirip anjing merupakan evolusi alam karena secara ekologis memiliki posisi laiknya srigala.

Satwa ini mudah dikenali dari pola garis-garis di badannya dan kantung di badannya yang mirip kangguru.

Sepasang Harimau Tasmania yang tertangkap

Harimau Tasmania modern diperkirakan pertama kali muncul sekitar 4 juta tahun lalu. Paling tidak tujuh fosil spesies ini berhasil ditemukan di Riversleigh yang berada di Lawn Hill National Park di barat laut Queensland. Spesies tertua dari ketujuh spesies fosil yang ditemukan, yaitu spesies Harimau Tasmania Dickson (Nimbacinus dicksoni) berumur lebih kurang 23 juta tahun. Thylacinid ini termasuk berukuran lebih kecil dibandingkan dengan famili terakhirnya yaitu spesies terbesar, Thylacinus potens yang dimensi fisiknya sebesar serigala. Hewan ini adalah spesies terakhir dari genusnya, yaitu genus Thylacinus.

Harimau Tasmania tergolong binatang karnivora yang berotot perut tegap. Dia mampu menggembungkan perutnya agar dapat makan dalam jumlah besar. Kemampuan ini mungkin dikembangkan sebagai bentuk adaptasi apabila tidak mendapatkan mangsa dalam waktu yang lama, sistim yang mirip dengan unta yang mampu menyimpan air cadangan dalam jumlah besar di punuknya. Kemampuan berburunya sangat unik; binatang ini sabar mengejar buruannya sampai incarannya tersebut lelah dan menyerah. Mangsa utamanya adalah: walabi, wombat, kangguru kecil, potoroo, posum dan Emu Tasmania. Rata-rata mangsanya adalah binatang kecil dengan perkecualian Emu Tasmania yang adalah burung besar yang tidak bisa terbang.

Foto Harimau Tasmania yang sempat diabadikan saat dalam penangkapan

Harimau Tasmania dapat berburu dalam kelompok kecil atau dalam kelompok besar. Mereka menggiring mangsa ke arah yang ditentukan dan menyergapnya saat mangsa telah menyerah.

Walaupun Harimau Tasmania telah musnah dari daratan utama Australia ribuan tahun sebelum Inggris mulai menegakkan koloninya, sejumlah kecil binatang ini masih bertahan hidup di pulau Tasmania saat itu.

Harimau Tasmania sangat jarang terlihat oleh penduduk Tasmania, namun tetap saja dianggap sebagai hewan pengganggu yang memangsa ternak mereka sehingga pemerintah mengadakan sayembara untuk memburu hewan malang itu.

Jumlahnya yang tidak seberapa akhirnya terus berkurang dan akhirnya sudah terlambat ketika muncul kesadaran untuk melestarikannya. Tercatat harimau Tasmania terakhir yang ditembak oleh pemburu adalah di tahun 1930 dan yang terakhir tertangkap di alam liar mati di kebun binatang Hobart tahun 1936.

Setelah 50 tahun lamanya tidak seorangpun yang melihatnya lagi, harimau Tasmania dinyatakan telah punah di tahun 1986. Memang ada beberapa laporan yang dicurigai merupakan peristiwa penampakan binatang ini, namun laporan-laporan tersebut tidak pernah diverifikasi secara resmi.

James Cook University, Australia pernah mengirimkan tim peneliti yang khusus mengadakan ekspedisi memburu spesies ini setelah beberapa waktu lalu terdengar kabar penampakannya di tempat yang dirahasiakan. Sebanyak 50 kamera pengintai telah dipasang di berbagai tempat untuk melacak jejaknya. Walaupun menurut studi ahli Biologi bernama Collin Carlson probabilitas keberadaannya sangat kecil yaitu satu berbanding 1,6 triliun, sejumlah upaya untuk mengumpulkan bukti fisik dan penampakannya yang telah divalidasi oleh para ahli tetap diupayakan.

Kalangan yang skeptis memberi pernyataan bahwa “Mencari Harimau Tasmania mirip seperti mencari spesies Burung Pelatuk Paruh Gading maupun hewan eksotis lain yang telah punah. Besar kemungkinan tidak akan membuahkan hasil karena hampir mustahil sekali satwa tersebut muncul kembali ke daerah yang lama tidak berpenghuni.

Kabar penampakan terakhir terjadi pada tahun 2005 saat seorang turis Jerman berhasil mengambil gambar seekor hewan dengan corak bergaris di punggungnya mirip Harimau Tasmania. Ia sedang mengendarai mobil di Tasmania dan beristirahat di sebuah taman untuk mencari air saat melihat seekor binatang mirip anjing sedang berdiri di kejauhan. Turis itu memotretnya dua kali dan saat ia bermaksud lebih mendekat lagi, binatang itu kabur. Setelah dilakukan sejumlah analisis dan tes yang mendalam, ke dua foto itu sempat dipamerkan di Tasmania Museum dan Art Gallery tahun itu juga.

Sisa jasad Harimau Tasmania yang telah diawetkan untuk kepentingan ilmiah

Masyarakat ilmu pengetahuan abad ini sangat antusias untuk menemukan hewan ini sampai-sampai ada seorang pengusaha yang menawarkan sayembara senilai US$ 1,25 juta atau hampir Rp. 16 Milyar bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya. Kalangan penyayang hewan melayangkan protes karena selain tidak etis, perburuan itu justru akan membahayakan kelangsungan hidup Harimau Tasmania bila memang masih ada. Perburuan itu juga dapat mengganggu ekosistim karena hewan-hewan lain berpotensi terjerat dan menjadi korban.

 

Incoming search terms:

  • sejarah harimau tasmania

Berlangganan

Yuk bergabung agar selalu mendapatkan notifikasi setiap artikel baru terbit

error: ... !