m

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur
adipiscing elit. Etiam posuere varius
magna, ut accumsan quam pretium
vel. Duis ornare

Latest News
Follow Us
GO UP
Image Alt

Baguashan Temple

Menikmati sunset di BaguashanTemple di Changhua County

The trip ( eksplore juga jalan-jalan pake Google street view di post ini!) 
Week end minggu ketiga di Taiwan, free time, satu-satunya kegiatan produktif yang bisa dilakukan hanyalah…. bertamasya… yuhuuu!. Okenya lagi, tempat wisata di Taiwan pada hari libur tidak se-crowded di Indonesia. So target hari ini adalah jalan-jalan ke kota Changhua. Ibu kota kabupaten Changhua County.

Sore hari selepas bobo ciang, kira-kira jam 3 waktu setempat, saya, pak Jati, dosen Polimedia Jakarta dan Richi si mahasiswa UM- lepas landas dari Diligent dormitory menuju kota Changhua dengan menumpang mobil Pak Aji :-D. Perjalanan dari Dacun ke Changhua hanya 30 menit. Di perjalanan Pak Aji bercerita banyak mengenai Taiwan.  kamipun larut dalam pergunjingan mengenai situasi sosial di Taiwan dan Indonesia.

Pak Aji sudah tinggal di Taiwan selama hampir 4 tahun, jadi sangat tahu situasi yang terjadi dinegara ini. Beliau sedang menempuh pendidikan S3 nya di jurusan Management Univ Dayeh. Setiap akhir pekan pak Aji mengambil pekerjaan paruh waktu di Toko Indonesia “Index” di Changhua, nah dalam rangka menuju ke toko “Index” itulah kami nebeng pergi ke Baguashan temple. Nanti malam pulangnya juga bareng pak Aji lagi. gitu…

Baguashan Buddha Temple
Bagausan Temple adalah kuil Budha yang berada di mount( baca: bukit) Bagua di wilayah Kota Changhua. Temple ini disebut sebagai salah satu dari 8 atraksi turisme utama di Taiwan. Meskipun begitu tidak ada tiket masuk untuk mengunjunginya.

Ada beberapa entrance untuk mencapai tempat patung Budha setinggi 22 meter yang berdiri( bersila dink) dipuncaknya. Kami di drop off di entrance yang berada dipinggir jalan raya Dongsin Street. Tepatnya disamping Gedung perpustakaan kota Changhua, Changhua library.

Mulut jalan setapak menuju ke lokasi ditandai dengan dinding teraso bertuliskan aksara China. Agaknya berisi informasi terkait Bagaushan temple(sok tahu). Di sebelahnya ada vandel marmer bertuliskan kenang-kenangan KKN mahasiswa..hahaha no .Just kidding saja 😀 sambil memandang dengan penuh makna pada ratusan anak tangga yang menyambut Kita.

Eniwe sekilas melihat keatas dari spot ini rasanya seperti mau masuk ke kompleks makam China. Gaya bangunan dan rimbunnya pepohonan mendukung perasaan itu. Kalo tidak percaya coba ikuti trail google street view ini. –>ini link Rekomended banget kalo pingin jalan-jalan secara virtual.

Sebenarnya pintu masuk utama ke temple ini berada disisi lain yang tidak harus ditempuh dengan mendaki seperti pada jalur kami. Jadi rencananya pulangnya nanti lewat gerbang yang itu deh.

Forest trail
Jalur tangga yang kami lewati lurus saja jalannya. Dibeberapa titik terdapat perluasan jalan yang disitu kita bisa beristirahat sejenak. Ada beberapa percabangan jalan, dan pada salah satu cabang yang mengarah ke temple terlihat sebagai jalur setapak yang berkelok naik turun. Ternyata jalur yang kami ambil ini mengharuskan pejalan kaki untuk melewati forest trail alias jelajah hutan jika ingin mencapai puncaknya. Sungguh Hal yang menakjubkan bahwa hanya beberapa ratus meter dibawah Sana kami masih berada ditengah Kota sekarang kami berada di dalam labirin hutan yang cukup lebat.

Sekali waktu kami melewati jembatan kecil yang dibawahnya juga merupakan track jalan kaki. dan garden. Kemudian baru saya temukan di gugel nama spot itu adalah baguashan Silver bridge. Suasanya asyik sekali..saya suka tempat seperti ini… jika saja ada tempat seperti ini di Kota Saya tinggal di Malang, pasti ini akan jadi tempat favorit saya.

Andai saja Saya tahu jalurnya Seperti ini saya akan berangkat lebih awal dan memakai outfit yg sesuai untuk junggle trail ini. Saya sempat berpapasan dengan beberapa tracker manula, dan emak-emak beserta anjingnya. Disitu memang banyak anjing berkeliaran dan membuat anxious Pak Jati si manusia kucing.

Pelataran Patung Budha Baguashan
Keluar dari jalur forest trail, kami sampai disalah satu sisi Jalan besar yang ujungnya adalah gapura utama menuju kompleks Baguashan. Disitu banyak pedagang jajanan street food Taiwan.

Salah satu jajanan yang menarik adalah gerobak yang memajang dendeng ubur-ubur diatasnya. Saya membeli satu bungkus ubur ubur kering, harganya 30 NT. Rasanya…nggak enak. Asin dan sepet, tapi cukup memuaskan rasa penasaran saya.

Ada pedagang telur burung onta yang menyapa kami dengan ramah. Dia menebak dengan benar bahwa saya dan genk adalah orang Indonesia. Bahasa broken inggrisnya lumayan ok. Menariknya ketika Saya browsing mengenai Bagaushan, muncul banyak foto yang terkait dengan kata kunci Baguashan menampilkan foto telur burung unta di kiosnya.

Skywalk Di depan patung Budha
Sebelum memasuki kompleks patung Budha, disisi sebelah kiri terdapat platform pejalan kaki yang dari bawah tadi saya lihat sebagai dinding plengsengan. Ternyata platform ini adalah wahana skywalk dimana pengunjung bisa berjalan pada semacam jalur khusus, sambil disuguhi panorama aerial kota Changhua. Kira-kira sepertiga sisi kota Changhua bisa terlihat dari skywalk ini. Luar biasa keren, tidak mengherankan jika keberadaan wahana ini menjadi salah satu alasan banyak orang pergi kesini.

Skywalk Baguashan berbentuk setengah busur, dengan sisi luarnya menghadap view kota Changhua.  Dari sini Kita bisa melihat kebawah dari ketinggian beberapa puluh meter lebih tinggi dari semua bangunan yang lain. Disisi dalam ada view pelataran dibawah kita dan patung Budha bersila sebagai background.

Ada 3 lempengan relief Kota Changhua dihandrail yang menghadap Kota. Siapapun yang pertama Kali melihat benda ini pasti akan melakukan hal ini; mencari cari bangunan-bangunan mana didepan sana yang ditunjukkan gambarnya dalam papan relief itu.

Patung Budha dan Pagoda
Setelah puas cuci mata dan swafoto di skywalk, kita lanjut ke menu utama, masuk ke dalam kompleks kuil. Ada 2 patung binatang mitologi(Liong?) mengapit pelataran tangga. Mirip seperti patung dwarakala di candi candi jawa kan? Hanya saja perlu digaris bawahi, kompleks patung Budha ini bukan peninggalan dari jaman kuno lho.

Dari dekat barulah kelihatan bahwa patung Budha ini adalah bangunan bertingkat 4 yang dirupakan sebagai patung Budha bersila. Terdapat beberapa jendela kecil di setiap sisi pedestal patung yang berbentuk bunga teratai(lotus). Dipunggung patungnya ada lagi deretan jendela yang lebih besar. Lihat sendiri disini

Dibelakang patung terdapat ruang lapang berlantai paving blocks dan sebuah bangunan buesar bergaya Tiongkok. Tingginya 3 lantai, dari jauh bisa dipastikan ruangan didalamnya adalah kuil. Ada dua tangga naik  kedalam kuil yang ditengah-tengahnya terdapat relief patung naga. Mungkin meniru setting bangunan istana kaisar di kota terlarang( forbiden city).

Menurut teman-teman, jika pergi kesini pada siang hari kita bisa naik sampai lantai 3. Dari atas sana pemandangan juga luar biasa indah-katanya. Sayang sekali pintu kuil pagoda sudah tutup ketika kami sampai. Tapi okelah,.hati sudah cukup senang bisa bermain main dipelataran pagoda.

Menjelang magrib kami memutuskan untuk keluar dari kuil. Suasana sunset di sekitar kompleks ini cukup gelap, matahari sudah tertutup awan semenjak tadi sehingga meninggalkan jejak kemerah-merahan dilangit. lampu-lampu mulai menyala dan pengunjung sudah mulai tidak nampak.

Nonton pertunjukan wayang golek
Kembali ke tengah kota, didepan gedung kesenian, Changhua art Museum, disamping tempat kami drop off tadi ternyata sudah di seting untuk  pentas musik tradisional dan pertunjukan wayang. Ada dua panggung dimasing-masing sisi halaman museum. Tempat penontonnya berada ditengah keduanya. Waktu itu, kru yang berada di panggung musik tradisional sedang melakukan set up alat. Para pemusik melakukan pemanasan.

Lain halnya dipanggung wayang, pertunjukan wayang sudah dimulai. Jenis wayang China mirip dengan wayang golek jawa barat. Hanya saja kelihatan dari tempat duduk saya bahwa ada lebih dari satu dalang untuk memainkan wayang China ini. kelihatanya sih ada 3 kepala nongol dibawah layar. Kalau tidak salah di Indonesia wayang model seperti ini disebut dengan wayang potehi(di Taiwan juga disebut begitu ternyata).

Ini pertunjukkan ekstra buat kami sambil menunggu matahari tenggelam.

Bersepeda onthel di Kota Changhua
…kami tersesat. Google map yang menjadi guide andalan kami pada malam ini bener-bener menggila. Setelah puas membolang tadi, kami mencari lokasi persewaan sepeda angin U-bike. Hanya dengan mendekatkan smartcard pada port pengunci sepeda maka sepeda yang kita pilih langsung bisa dipakai. Selanjutnya…..kembali ke awal paragraph…

Makan Malam di warung
Bagaimana kami sampai di toko Index kurang greget rasanya kalau diceritakan secara tertulis. Kami bertanya kepada beberapa orang. Orang yang kami tanyai bukan sembarangan, mereka kelihatan cukup terpelajar dan mewakili citra pemuda masa kini. Cuma satu kekurangan mereka…nggak pede ngomong bahasa inggris. Hal yang cukup umum di Taiwan. Singkatnya menjelang jam 9 malam kami akhirnya kami menemukan Index store.

Pak Jati dan saya punya selera yang sama: suka makanan eksotis. Jadi sambil menunggu pak Aji check out dari Index kami menyempatkan diri berjalan kaki jelajah kuliner.

Kami sepakat berhenti disalah satu kios dan mencoba makan malam di situ. Penjualnya nggak bisa ngomong bahasa inggris langsung mengambilkan mangkok besar dan kita memilih makanan yang dipajang dalam tempat kaca.

Kemudian semua makanan pilihan kita dimasukkan kedalam penggorengan sama penjualnya. Dari beberapa menu yang saya pilih, ada satu buah tahu yang saya ambil, pak penjual menambahkan beberapa potong lagi. Begitu juga pada menu pilihan pak Jati yang itemnya terlalu sedikit, di tambahi juga sama penjualnya. Pak Jati berbisik, ora usah kuater..sak larang-larange ora sampek satos ewu sak porsi. setuju.

Bukan masalah harganya, tapi porsinya jadi banyak banget. nggak habis deh. enak juga…jadi sayang sekali. Menu saya (yang ada potongan sosisnya itu) plus minuman teh botol 120 NT. Pak jati 95 NT. Yameh!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras sollicitudin, tellus vitae condimentum egestas, libero dolor auctor tellus, eu consectetur neque elit quis nunc. Cras elementum pretium est. Nullam ac justo efficitur, tristique ligula a, pellentesque ipsum. Quisque augue ipsum, vehicula et tellus nec, maximus viverra metus. Nullam elementum nibh nec pellentesque finibus. Suspendisse laoreet velit at eros eleifend, a pellentesque urna ornare. In sed viverra dui. Duis ultricies mi sed lorem blandit, non sodales sapien fermentum. Donec ultricies, turpis a sagittis suscipit, ex odio volutpat sem, vel molestie ligula enim varius est. Pellentesque sodales ipsum nisi. Suspendisse ultrices nulla eu volutpat volutpat. Nunc vestibulum, tortor sollicitudin dapibus egestas, lorem eros vestibulum turpis, ac condimentum erat ipsum rutrum dolor.

Duis dolor est, tincidunt vel enim sit amet, venenatis euismod neque. Duis eleifend ligula id tortor finibus faucibus. Donec et quam pulvinar, blandit tortor a, sollicitudin mauris. Donec orci enim, bibendum a augue quis, aliquet cursus quam. Pellentesque pulvinar, elit at condimentum dictum, sapien nibh auctor tortor, vel vulputate sapien tortor et velit. Sed nulla nisi, congue eu quam vel, molestie gravida.

Good to Know

Country
Between the regions of Aosta Valley, Italy, and France.
Visa Requirements
Visa in not needed for EU. Everyone else needs a visa.
Languages spoken
Currency used
Area (km2)
4,808 m

Municipalities

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras sollicitudin, tellus vitae condimentum egestas, libero dolor auctor tellus, eu consectetur neque elit quis nunc. Cras elementum pretium est. Nullam ac justo efficitur, tristique ligula a, pellentesque ipsum. Quisque augue ipsum, vehicula et tellus nec, maximus viverra metus. Nullam elementum nibh nec pellentesque finibus. Suspendisse laoreet velit at eros eleifend, a pellentesque urna ornare. In sed viverra dui. Nam sed lobortis ante, sit amet mattis purus. Nunc tincidunt mollis felis, sed bibendum ligula auctor et.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras sollicitudin, tellus vitae condimentum egestas, libero dolor auctor tellus, eu consectetur neque elit quis nunc. Cras elementum pretium est. Nullam ac justo efficitur, tristique ligula a, pellentesque ipsum. Quisque augue ipsum, vehicula et tellus nec, maximus viverra metus. Nullam elementum nibh nec pellentesque finibus lorem eros vestibulum turpis, ac condimentum erat.