Mobil Berplat Luar Pulau Menerjang Candi Kidal

 

Selasa sesaat lewat tengah malam, 25 Juli 2017 beberapa warga yang sedang ‘jagong’ di sekitar candi Kidal tiba-tiba dikejutkan oleh suara raungan alarm mobil yang memekakan telinga. Sumber suara itu ternyata berasal dari dalam lokasi candi Kidal  yang berada di desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tepatnya sekitar 20 km ke arah timur dari kota Malang.

Warga langsung bergegas mendatangi tempat kejadian dan mendapati sebuah mobil berplat BE 2844 CH dengan kap bagian depan ringsek parah karena menabrak batu candi.

Menurut keterangan warga setempat bernama Imam yang kebetulan adik juru pelihara (jupel) candi Kidal, mobil tersebut nyelonong masuk ke dalam areal candi setelah menabrak pagar besi halaman utama di pinggir jalan raya, terus menerjang masuk hingga sejauh sekira 75 meter, kemudian menghantam candi dari depan.

Tanpa dikomando, warga berinisiatif menolong sopir yang berada di dalam mobil. Namun mereka sempat semburat berlarian menjauhi mobil karena mengira suara alarm sebagai bom yang mau meledak.

Kabar ini pun segera viral dalam ranah media sosial warga Malang raya dan sekitarnya.

Muncul bermacam-macam dugaan terhadap motif kecelakaan mulai dari tuduhan pencurian artefak, perusakan situs, terutama apabila dihubungkan dengan vandalisme di situs calon Arang di kediri yang terjadi dua hari sebelumnya, hingga hal-hal gila lain. Masih segar ingatan kita tentang pencurian artefak-artefak di Candi Kidal, termasuk sepasang arca kepala naga di ujung pipi tangga yang untung berhasil ditemukan kembali beberapa tahun lalu.

Apabila ditelusuri kronologi kejadian di TKP, muncul sejumlah kejanggalan.

Pertama, jalan raya yang membentang di depan Kidal mengarah ke utara-selatan, sedangkan posisi candi sendiri sejauh lebih kurang 75 meter di sebelah timur jalan dengan pedestrian dari gapura depan ke halaman utama candi (arah barat;timur) yang menurun, bertangga, bahkan ujungnya terbilang terjal dengan denah lokasi mirip botol, yaitu sempit di luar kemudian melebar di bagian dalam. Mobil harus berbelok tajam 90 derajat dan melewati rintangan-rintangan tersebut sebelum menabrak sisi depan tangga candi.

Kedua, perlu dilacak asal muasal mobil berplat luar daerah BE yakni Lampung.

Berikutnya, tentu saja motif pelaku karena apa yang dilakukannya sulit diterima nalar sehat. Kecuali yang bersangkutan hendak melakukan bunuh diri, maka ada dugaan barangkali sopir sedang kecapekan, mabuk atau tidak mengenali kondisi jalan di wilayah itu. Bahkan ada warga yang mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal yang berbau mistis. Polisi telah turun ke lapangan untuk mengusut dan menindaklanjuti kasus ini.

Semoga segera ada titik terang yang menjawab kegelisahan warga terutama dari kalangan penggiat dan pecinta sejarah terhadap tragedi ini. Kami akan mengupdate perkembangan peristiwa ini dalam beberapa jam.

Update pukul 10.30 WIB:

Pelaku bernama dr Gunawan, usia 32 thn yang bekerja sebagai tenaga medis di desa Kidal dan diduga sedang mengalami depresi karena masalah keluarga. Sampai saat ini, pelaku masih linglung dan sering seperti meracau berbicara sendiri. Kiranya perlu diadakan tes narkoba dan pendampingan psikiater/ psikolog pada yang bersangkutan. Pelaku sempat beralibi bahwa ia tidak sadar sama sekali dan merasa tahu-tahu sudah ada di situ.

Arca legendaris nagaraja selamat, yang rusak tertabrak adalah dudukan tempat pengunci arca dari pencurian.

Update pukul 14.30 WIB:

Kekunoan.com mengunjungi langsung TKP dan mencatat beberapa hal baru diantaranya:

  • Jenis mobil yang bermasalah adalah KIA Karnival yang menurut pengakuan empunya mobil tidak pernah mengalami gangguan mesin atau apapun. Pemilik mobil sempat meninjau langsung saat mobil ditarik dari areal candi.
  • Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi menuturkan bahwa pengemudi sempat mengalami halusinasi sehingga tidak sepenuhnya mampu memegang kendali kemudi, hal ini secara logika disebabkan karena sopir berprofesi sebagai dokter dan kelelahan sehabis bekerja malam.
  • Dinamika masyarakat sekitar sebagaimana ditangkap oleh penulis di tengah-tengah mereka adalah kentalnya mengaitkan peristiwa ini dengan unsur mistis sehubungan dengan punden Kutukan (Kutukan adalah nama tempat) yang berada tidak jauh dari candi Kidal. Masyarakat mempercayai bahwa mobil secara gaib diterbangkan menghujam candi karena tidak ada bekas kerusakan berarti di jalur yang dilalui mobil. Pengamatan kekunoan.com mencatat terdapat bekas alur ban di rerumputan dan beberapa tanaman yang lunglai dilindas roda.
  • Hasil wawancara kekunoan.com terhadap sejarawan UM Dwi Cahyono mengungkap bahwa candi kidal merupakan tinggalan maha penting kerajaan Singasari karena jejak terawal gaya arsitektur Singasari tercermin dari candi ini. Bisa dibilang merupakan candi pendharmaan era Singasari yang tertua walaupun diperuntukkan bagi raja kedua, yaitu Anusapati karena sementara ini tempat pendharmaan raja pertama Keng Angrok belum ditemukan. Satu tahun terakhir candi Kidal, bersama dengan candi jago dan candi Singasari  telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional, bukan lagi tingkat daerah atau propinsi.
  • Beruntung ikonografi (berkaitan dengan seni pahat) Kidal tidak apa-apa karena kedua patung nagaraja di pipi tangga selamat, hanya perlu dibersihkan namun kejadian ini tak pelak mengakibatkan kerusakan secara arsitektural terutama pada ujung pipi tangga (balustrade) dan teras berbentuk segi empat di depan candi (platfera) yang berfungsi untuk menempatkan 3 candi perwara. (Ssst…info yang kami dapatkan kedua patung nagaraja telah dikunci menggunakan logam berbentuk seperti paku pasak agar tidak bisa diambil, maklum di pasar gelap keduanya bisa bernilai semilyar Rupiah)
  • Dua balok batu pecah; yaitu sebuah batu baru hasil restorasi dan batu asli. Batu yang baru dapat dengan mudah diganti, sementara kehilangan yang asli sungguh disayangkan. Struktur yang sebelah kanan yang terkena benturan sedikit melesak sehingga perlu di tata ulang. Sejarawan Dwi Cahyono memunculkan istilah Jawa ‘bilahi slamet’ atas insiden ini karena lepas dari dahsyatnya terjangan mobil, tidak sampai mengakibatkan kerusakan parah atau bahkan robohnya candi. Namun minimal satu unit/ modul pada balustrade perlu ditata ulang agar pulih seperti sedia kala.
  • Pelaku adalah warga setempat yang bekerja di RS Syaiful Anwar
  •  Sekitar tengah hari mobil berhasil diangkat dan ditarik menjauhi area candi, namun pihak berwajib perlu mensterilkan sementara lokasi guna penyelidikan lebih lanjut. Berikut kami sertakan foto-foto terbaru:
Sesaat setelah mobil berhasil diangkat dari area kaki candi dengan usaha keras dan koordinasi pihak terkait
Sejarawan UM pak Dwi Cahyono memberikan penjelasan perihal dampak kerusakan akibat benturan mobil. Beruntung kedua nagaraja selamat.
Luka akibat benturan mobil yang sedikit melesakkan sisi kanan balustrade

Update pukul 18.00 WIB

Joko Agus Gunawan (33 thn), pengemudi yang celaka ini ternyata meminjam mobil milik kawannya bernama Mijan. Ini menjawab pertanyaan asal muasal mobil yang sempat membuncah.

Yang bersangkutan kini masih berada di rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari candi Kidal setelah selama 7 bulan tidak pulang. Kabarnya, sosok dokter berjiwa sosial tinggi ini sedang memiliki masalah rumah tangga yang serius sementara kedua anaknya masih kecil-kecil. Ia memilih memendam masalahnya sendiri.

Ada yang mengatakan Joko juga tengah mempelajari ilmu kejawen meskipun ada pihak kerabat yang membantahnya, yang jelas dia berulang kali mengucapkan ….saya garuda….saya garuda… setelah menabrak candi dan kemudian meminta untuk mandi di mata air belakang candi Kidal. Kemudian ia akan melakukan perjalanan ke pertapaan di salah satu punden bersama ibunya.

Kepada polisi ia mengatakan bahwa setelah mengantarkan kawannya yang bernama Jumadi, dia melihat daerah-daerah yang dilewatinya seperti desa Jeru, Tumpang, Karang suko dan lain-lain dan merasa terhanyut seraya menerangkan makna nama-nama desa tersebut. Sesaat sebelum kejadian ia merasa sedang menaiki kuda putih, lalu berubah menjadi macan putih dan saat menerjang jalur masuk ke candi ia merasa menjadi garuda.

Joko mulai mendapatkan kesadarannya kembali berkat beberapa ritual yang dilakukan oleh tetua desa. Kapolsek Tumpang AKP Yusuf Suryadi belum menemukan indikasi pengaruh miras maupun narkoba.

Well, ada-ada saja:-D

 

(Berdasarkan laporan pandangan mata dan wawancara narasumber di lokasi oleh kekunoan.com dan personil JJM-Jelajah Jejak Malang, sam Bhre Tumapel)

Incoming search terms:

  • pulau macan tour

Berlangganan

Yuk bergabung agar selalu mendapatkan notifikasi setiap artikel baru terbit

error: ... !