Sale!

MALANG TEMPO DOELOE

Rated 5.00 out of 5 based on 1 customer rating
(1 customer review)

Rp275.000 Rp190.000

”… Merokok itu bahasa Malangnya ngoker. … terasa sekali sedapnya, apalagi jika disertai dengan secangkir ipok (kopi). Aah, itu saja masih belum seberapa. Jika ditambahi dengan bentul goreng atau senjem (menjes) yang masih hangat. Atau bisa juga dengan jemblem. Moro tuwa liwat ae gak disopo! …”
(Malang Tempo Doeloe – bab Oker)

Malang Tempo Doeloe

 

Buku karya Bapak Dukut Imam Widodo yang berjudul “Malang Tempo Doeloe” ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 dan langsung mendapat respon yang sangat luar biasa.

Bahkan pada beberapa instansi dan hotel di Malang Raya, buku ini dijadikan souvenir (buah tangan) yang prestisius untuk para tamu dari luar negeri, yang berkunjung ke Malang. Beberapa kedutaan yang ada di Indonesia, juga ada yang memesan buku tersebut dalam jumlah yang cukup banyak, yang dijadikan cinderamata untuk lebih mengenal tentang sejarah daerah Malang Raya.

buku Malang Tempo Doeloe

 

buku2

Ukuran buku lumayan besar; 21x29cm.

Buku ini harus dicetak berulang-ulang. Pada tahun 2015, kembali pak Dukut Imam Widodo menerbitkan ulang buku fenomenal tersebut. Sebuah buku yang masih berjudul “MALANG TEMPO DOELOE”. Tetapi pada terbitan baru ini, lebih diperkaya lagi dengan tambahan 300 lebih referensi dari berbagai negara, ratusan fotografi historis, 200 lebih karya ‘Parikan Malangan’, dan 80% Materi Utama yang benar-benar baru. Menjadikan buku terbitan ulang ini, semakin mencerahkan, mencerdaskan dan menyenangkan untuk dibaca. Menjadikannya lebih prestisius untuk sebuah koleksi dan cinderamata intelektual yang sangat layak untuk diberikan kepada orang-orang yang spesial.

Buku ini isinya lumayan lengkap, mulai dari jaman Majapahit sampai saat ini, dengan cara penyampaian sejarah kota Malang yang benar-benar ala kera ngalam; mengalir, enak diikuti, gak bikin kening berkerut, bahkan jargon-jargon yang diselipkan sering membuat pembacanya cengengesan.

Daftar isinya pun campuran kalimat berbahasa Jawa Timur-an, bahasa Belanda dan bahasa Indonesia ejaaan lama maupun baru, seperti ini: ”Monggo Dipun Sruput”, ”Hayam Wuruk Uklam-Uklam ke Malang”, ”De Smeroe”, ”Bal-balan”, ”Kajoetangan”, ”Nama-Nama Jalan Tempo Doeloe”, dll.

Buku Malang Tempo Doeloe sangat pas dibaca oleh mereka yang punya keterkaitan sejarah dengan kota ini; lahir ataupun melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di sini, sempat mampir beberapa waktu di kota ini dan punya kesan mendalam di beberapa tempat di seantero penjuru kota, ataupun yang kiprah kerjanya bersentuhan dengan beberapa bagian kota ini. Buku ini juga sangat bagus untuk menjadi acuan mereka yang ingin berkunjung ke Malang; kemana saja tempat yang wajib disinggahi, budaya setempat, dan hal-hal unik lain yang hanya di Malang bisa ditemuinya.

Beberapa cuplikan dari buku Malang Tempo Doeloe:

”… Anak buah Tunggul Ametung berkali-kali melakukan penyergapan, namun hasilnya selalu nihil. Whuik! Tunggul Ametung benar-benar kewalahan menghadapi korak yang satu ini. …”

” … Suatu hari Ken Arok bertemu dengan seorang Brahmana, Lohgawe namanya. Dengan kebijakan dan kelembutannya ia berhasil melakukan counseling yang membuat Ken Arok terpukau. Mungkin juga saat itu Ken Arok sedang bolong udhele! Makanya semua nasihat yang disampaikan oleh Lohgawe bisa membukakan pikirannya. …”

” … Kala itu Kota Malang masih duuuingin dan suuuejuk! Saya bisa membayangkan jika suasana dalam gedung itu pun terasa nyaman dan tidak ongkep…. AC kala itu kan gurung osom! … Lha, buat apa masang AC, lek gak pingin katuk-en! …”

”… saya kemudian memberanikan diri menatap lebih dekat ke tanah kuburan itu. Ya, memang bergerak-gerak! Berbagai macam pikiran aneh berkecamuk dalam otak saya. … Tiba-tiba saja beberapa ekor kecoak besar keluar dari sela-sela bunga tabur …. Begitu banyak bunga ditaburkan di atas tanah itu, hingga kemudian dihuni oleh perbagai macam serangga termasuk kecoak-kecoak tadi. … Jadi kalau permukaan makam tadi bergerak-gerak, itu bukanlah suatu … penampakan.”

Penerbitnya:
Bayu Media Publishing
Jl. Puncak Yamin no.20 Malang
+62-341-580638
bayumedia@telkom.net