Situs Arkeologis Konyol Buruan Nazi Jerman

Ideologi Nazi Jerman yang mengagungkan ras bangsa Arya di atas segala ras lain menjadi pangkal bencana terbesar abad 19. Nazi sangat terobsesi akan pembenaran teori ras ini dan dengan berbagai dalil berusaha mencari bukti arkeologis yang mendukung. Mereka bahkan sempat-sempatnya mengirimkan tim ekspedisi ke Tibet untuk melacak jejak mitologi keunggulan super human ras Arya ini di jaman kuno.

Untuk tujuan itu, pada tahun 1930an Nazi mendirikan Ahnenerbe, yaitu badan arkeologi Nazi yang dipimpin langsung oleh tangan kanan Hitler sendiri, yaitu Heinrich Himmler.

Meskipun sedikit banyak mempunyai peran dalam perkembangan arkeologi modern, tercatat ada beberapa proyek atau ekspedisi konyol yang menarik perhatian, diantaranya adalah:

 

Monumen Saxony

Pembangunan Monumen Kuburan Saxon

Heinrich Himmler tidak hanya menggali legenda sejarah bangsa Arya, dia bahkan melakukan hal yang terlalu jauh, yaitu merekayasa ulang.

Himmler percaya bahwa kuburan Saxon yang terletak di sungai Aller dekat Verden di Saxony adalah lokasi pembantaian 4.500 kaum Saxon yang terjadi tahun 782 Masehi oleh Charlemagne, raja kerajaan Franka, karena menolak masuk Kristen. Peristiwa sejarah ini masih membingungkan karena terjemahan dari sumber Latinnya bisa berarti 2 hal: delocare yang artinya pindah atau decolare yang berarti dipenggal/ dibantai. Lepas dari apapun yang sebenarnya terjadi, Himmler memutuskan untuk mengabadikan peristiwa itu untuk mengenang pengorbanan para bangsawan Saxon kuno tersebut.

Arsitek Wilhelm Hubotter membeli lahan dari 7 petani setempat dan membangun the Grove, yaitu sebuah bangunan oval besar yang dikelilingi oleh jalan selebar 6 meter dan dipagari keliling dengan 4500 batu yang tidak beraturan bentuk untuk melambangkan para korban. Mawar liar, Alder, dogwood dan macam-macam belukar lain ditanam diujung jalannya, sedangkan bagian dalamnya ditanami rumput. Ditengah-tengahnya, berdiri 2 mimbar pemimpin dikelilingi oleh pepohonan dan sebuah cincin konsul/ dewan yang merupakan perapian yang terbuat dari  batu besar.

Proyek ini menjadi sia-sia karena fungsi ideologisnya menjadi kabur ketika pada akhirnya Nazi memulihkan nama baik Charlemagne dengan mendirikan patungnya yang megah.  Ia  dianggap sebagai peletak gagasan pendirian German Reich atau kekaisaran Jerman Raya.

parthenon kekunoan.com

Yunani

Selama periode pendudukan Jerman atas Yunani, para ahli arkeologi Nazi menjarah museum-museum dan melakukan sejumlah ekskavasi ilegal sedangkan para tentaranya sering menghancurkan patung dan artefak-artefak berharga lain. Jerman bahkan menempatkan meriam anti pesawat tempur di dalam kuil legendaris Parthenon, memanfaatkan gerbang monumental menuju Acropolis sebagai jamban, dan mengubah museum Livadia menjadi garasi reparasi sepeda.

Ahnenerbe secara khusus didatangkan ke Yunani karena Himmler sangat tertarik pada kisah tentang gua-gua di Peloponnesus selatan yang terletak jauh di bawah tanah dan konon mengarah hingga ke Berlin.

Himmler meyakini bahwa bangsa Arya kuno melewati gua ini ketika mereka bermigrasi ke selatan untuk menghindari bencana alam cuaca dingin dan mendirikan peradaban Yunani.  Dia bahkan memerintahkan sebuah ekspedisi untuk masuk ke dalam gua yang dinamai Gerbang Neraka Yunani, karena diyakini menuju ke dunia kematian. Kisah ini yang mendasari penciptaan komik Hell Boy yang populer dan di filmkan oleh sineas Hollywood.

Bisa jadi kabar ini hanya rumor semata karena kurangnya bukti. Yang sebenarnya terjadi adalah sebuah tim arkeologi Reichsleiter Rosenberg mengunjungi Thessaly, sebuah wilayah di Yunani, tahun 1941 untuk mengeskavasi peninggalan jaman batu yang terletak diantara kota Volos dan Laris dengan tujuan untuk membuktikan bahwa peradaban Yunani kuno memiliki keterkaitan dengan Jerman.

Beragam temuan seperti kapal, keramik warna-warni, kapak batu, pisau, dan batu pembuat api diangkut ke Jerman. Banyak peninggalan tersebut terbengkelai selama bertahun-tahun terbungkus kertas koran di Universitas Wilhelm Berlin sebelum akhirnya dikembalikan ke Yunani di tahun 1990an.

cawan suci yesus

Cawan Suci Yesus/ Holy Grail

Obsesi Nazi pada cawan suci Yesus atau yang lazim disebut Holy Grail nampak seperti bualan yang diambil dari film fiksi Hollywood berjudul Indiana Jones, namun sebenarnya justru sebaliknya, film itulah yang mengambil inspirasi dari kisah nyata ini.

Otto Rahn adalah sejarawan spesialis abad pertengahan yang meyakinkan jajaran Nazi bahwa cawan suci itu berada dalam kekuasaan kaum Cathars (sebuah kelompok religius yang berasal dari Eropa yang masih menjadi kontroversi karena Vatikan tidak mengakui mereka sebagai orang Kristen). Menurut Otto, kaum Cathars adalah keturunan kaum Visigoth Spanyol, sebuah entitas keagamaan yang menyangkal dasar ajaran Judaisme.

Setelah mengeksplorasi gua-gua di Montsegnur Perancis yang dulunya dipakai kaum Cathars sebagai katedral bawah tanahnya, dia menuangkan petualangannya tersebut dalam buku berjudul Perang Salib demi Cawan Suci. Buku ini membuatnya terkenal dan menarik perhatian Himmler. Setelah menerima telegram misterius yang menawarkan dia 1000 Reichsmarks (mata uang Jerman masa PD II) serta sebuah alamat di Berlin untuk menuliskan sequelnya, Otto mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Heinrich Himmler sendiri.

Himmler adalah fans beratnya dan segera saja menyarankan Otto untuk bergabung dengan SS dan memberi dukungan penuh pada upaya pencarian Cawan Suci.

Buku sequelnya yang berjudul Lucifer’s Court: A Heretic’s Journey in Search of the Light Bringer dipenuhi dengan prosa yang muluk-muluk dan berlebihan yang mencerminkan rasa putus asa: bahkan dengan dukungan penuh SS, upaya pencarian tidak pernah mendapatkan kemajuan apapun.

Himmler sangat marah terhadap kegagalan itu dan memutuskan untuk menghabisi Otto Rahn. Sebelum dibunuh, Otto ditawari untuk melakukan bunuh diri. Pada sebuah malam yang dingin pada bulan Maret 1939, Otto Rahn berkendara menuju gunung Tyrol, sebuah tempat yang selalu dicintainya. Mayatnya ditemukan membeku keesokan harinya.

Total
29
Shares

Berlangganan

Yuk bergabung agar selalu mendapatkan notifikasi setiap artikel baru terbit

error: ... !