in

Bioskop di Kota Malang: Menelusuri Eksistensi Bioskop Kelud pada Masa Kejayaannya

Bioskop Misbar Kelud Malang kekunoan.com

Bioskop adalah pertunjukkan yang diperlihatkan dengan gambar atau film yang disorot sehingga dapat bergerak atau berbicara. Bioskop terkadang disebut juga Gambar Sorot, sebagian pula ada yang menyebutkan Kemidi Sorot, sementara orang Soerabaia Tempo Doeloe menyebut bioskop adalah Gambar Idoep.

Keberadaan bioskop sendiri tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Kota Malang serta pembangunan yang dilakukan oleh gemeente Malang yang dimulai pada tahun 1920. Sebelum dikenalkan sebuah bioskop, Karsten membangun sebuah tata kota bernama Aloon-Aloon sebagai pusat kota. Pada awal mula pembangunan bioskop di Kota Malang adalah hiburan bagi kaum kulit putih di Kota Malang. semakin berkembangnya dinamika sosial di Kota Malang, penduduk golongan Bumiputra juga bisa menonton film di bioskop dan bahkan menyukainya..

Perkembangan bioskop pada masa lalu adalah satu-satunya tempat hiburan untuk menonton film ramai-ramai. Di Kota Malang sendiri sudah ada bioskop yang berdiri sejak tahun 1930an seperti Alhambara dan Agung Theatre. Tahun 1930an merupakan puncak kejayaan bioskop kelas elit dan menengah yang berkembang seperti: Malang Teatre di Jalan Ade Irma Suryani, Irama di Blimbing dan Jaua di Jalan Kolonel Sugiono Tahun 1942 adalah masa akhir dari bioskop itu karena di saat itu Belanda menyerah kepada Jepang.

Bioskop Kelud merupakan salah satu bioskop yang terkenal dan memiliki masa kejayaan yang terbilang langgeng. Seperti namanya, bioskop Kelud memiliki alamat di jalan Kelud, kecamatan Klojen, kota Malang. Bentuk bioskop Kelud tidak sama seperti bioskop pada umumnya. Bioskop Kelud sengaja dirancang menggunakan sistem bioskop drive-in yang memungkinkan pengunjung masuk dengan kendaraan mereka. Salah satu hal yang menarik dari pemutaran film di Misbar Dulek adalah menggunakan proyektor besar yang dapat menjangkau layar sebesar 4x6m sejauh 70m. Sehingga sangat memungkinkan lapangan Misbar Dulek untuk ditonton tanpa terganggu pandangannya oleh penonton, mobil, dan objek lainnya.

bioskop-kelud-primadona-kota-malang-yang-kini-terabaikan

Bioskop Kelud  didirikan oleh dua anggota Brimob, Noersalam dan Marsam yang membuka usaha pemutaran bioskop keliling atau layar tancap di Malang. Hasil dari usaha bioskop keliling kemudian digunakan untuk membeli sebuah lahan bekas gedung bulu tangkis yang kemudian dibangun kembali menjadi bioskop Kelud.

Bioskop Kelud setiap hari selalu ramai penonton sejak pukul 7 malam tidak peduli hari kerja atau hari libur, bioskop Kelud hanya akan tutup apabila diguyur hujan gerimis apalagi hujan badai, sehingga masyarakat Kota Malang menjuluki bioskop Kelud dengan Misbar Dulek. Dijuluki Misbar Dulek karena Misbar berarti Gerimis Bubar, dan kata Dulek karena berada di jalan Kelud.

Pada era 70-80an bioskop Kelud paling banyak penonton karena harga karcisnya yang relatif lebih murah karena pangsa pasar dari bioskop Kelud sendiri diperuntukkan kepada kelas menengah kebawah sehingga banyak penonton yang menonton film di bioskop Kelud. Tentu saja dengan harga murah, biasanya film tersebut sudah diputar di bioskop-bioskop lain baru sekitar seminggu kemudian ditayangkan di Dulek.kondisi bioskop kelud sekarang

Misbar Dulek pernah mencatatkan sejarah bagi kota Malang dan perfilman nasional dengan  rekor penonton sebanyak 7000 pasang mata saat pemutaran film Inem Pelayan Seksi yang dibintangi Titiek Puspa dan Doris Callebaute. Pada era 70an film yang paling diminati warga Malang adalah film India, karena banyak tarian dan wanita berbusana minim. Kedua, film Lokal yang cenderung ‘panas’ dan film ketiga yakni film laga koboi dari barat.

Meskipun sempat menjadi sebuah kebanggaan besar bagi masyarakat kota Malang, namun eksistensi bioskop Kelud kian hari kian terkikis. Faktor yang menghancurkan eksistensi bioskop Kelud adalah jaringan sejumlah stasiun TV swasta gratis yang dapat diterima masyarakat kota Malang membuat masyarakat kota Malang beralih dari menonton film di bioskop menjadi menonton film di TV swasta. Kemudian yang kedua adalah semenjak tataniaga film di Indonesia dimodernisasi oleh Cineplex 21 Group dimana ada plaza seperti Matos dan Malang Plaza pasti ada bioskop Cineplex 21 Group membuat bioskop yang non Cineplex 21 Group (seperti bioskop Kelud) tidak bisa bertahan lama. Lalu yang ketiga adalah banyaknya rental vcd/cd film yang menjadi competitor dari bioskop Kelud. Yang terakhir adalah kondisi keamanan yang tidak lagi kondusif.ilustrasi membeli tiket masuk

Mahalnya operasional bioskop Kelud juga menjadi salah satu faktor berhenti operasionalnya bioskop Kelud. Karena suku cadang pemutar film yang dimiliki oleh bioskop Kelud sangat langka dan mahal, apalagi pemutar film yang dimaksud sudah tidak diproduksi kembali oleh pabriknya.

Pak Nanung selaku pemilik yayasan mengaku bahwa beliau pernah ditawarkan untuk merenovasi Bioskop Kelud oleh sebuah perusahaan dengan digelontorkan dana segar hingga 2 Milyar, namun sang pemilik yayasan tidak mau gegabah untuk langsung menerima tawaran tersebut. Tetapi harapan dari pemilik yayasan sendiri adalah bekas Misbar Dulek dapat difungsikan menjadi sebuah museum film nasional yang nantinya berisi tentang masa-masa kejayaan dari Bioskop Kelud pada masa lalu. Kini sisa bangunan Misbar Dulek masih dapat ditemui di sebelah SMA Panjura Malang yang berada di jalan Kelud namun dengan kondisi yang sangat memperihatinkan karena sudah tidak terawat.ilustrasi menonton film di bioskop Kelud

Dampak Misbar Dulek Terhadap Masyarakat Kota Malang

Bioskop Kelud merupakan salah satu hiburan murah rakyat menengah kebawah Kota Malang. dengan harga karcis yang cukup terjangkau, sudah bisa menikmati film yang akan diputar di bioskop Kelud. Rekor 7000 penonton dalam satu malam merupakan sebuah bukti bahwa kesuksesan bioskop Kelud dapat dikatakan luar biasa hebat untuk seukuran bioskop kelas menengah kebawah.

Banyak kalangan mahasiswa juga terutama dari IKIP Malang (sekarang UM) yang menonton di bioskop Kelud. Mereka tidak malu melihat film di bioskop Kelud karena banyak temannya. Suksesnya bioskop Kelud mengakibatkan pendapatan yang sangat besar. Saking besarnya pendapatan bioskop Kelud, pemilik bioskop Kelud mendirikan sebuah yayasan benama Panjura untuk membangun sebuah Sekolah dan Panti Asuhan. Sekolah ini diberi nama sesuai yayasannya yakni SMA Panjura.koleksi foto tentang bioskop Kelud yang dimiliki yayasan

SMA Panjura pada awalnya memang sekolah yang diperuntukan bagi kalangan mengengah kebawah. Para siswa SMA Panjura dulunya mengetahui info SMA Panjura dari bioskop Kelud, tetapi semakin berkembang dan majunya SMA Panjura, masyarakat kalangan menengah keatas juga tak sedikit yang berseklah di SMA Panjura. Tak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan bioskop Kelud sangat layak diacungi jempol.

Comments

Loading…

0