in

Corona Tidak Berarti Dibandingkan Pemusnah Masal Dahsyat Ini

Kelaparan-di-Irlandia-abad-19-kekunoan.kom

Siapa sangka 2020 ternyata merupakan tahun kelabu bagi penghuni bumi.

Pandemi Covid 19 merenggut ribuan nyawa dan mengubah total cara hidup manusia selamanya. Ekonomi terpuruk sedemikian rupa hingga konon sebanding dengan kondisi paska Perang Dunia II. Dampaknya, jutaan orang terancam jatuh miskin.

Banyak yang beranggapan bahwa generasi sekarang sangat tidak beruntung karena tertimpa musibah global ini, namun bila lebih teliti, pendapat ini tidak sepenuhnya benar.

Sejarah mencatat bahwa ada masa dan tempat dimana kondisinya berkali lipat jauh lebih buruk sampai-sampai membuatmu bersyukur tidak dilahirkan di waktu tersebut. Mau tau kapan dan dimana? berikut ini kisahnya.

Italia 1348

Wabah ‘Black Death’ atau ‘Kematian Hitam’ yang paling fatal tercatat terjadi di Italia dengan merenggut nyawa lebih dari separuh penduduknya. Seorang penyintas yang juga penduduk kota Florentine masa itu yang bernama Marchionne di Coppo Stefani menggambarkan bencana ini dengan pengakuan berikut: …”Penduduk harus bergegas menggali lubang kubur masal dimana dibaringkan lapis demi lapis mayat bertumpuk, layaknya orang yang memasak lasagna dengan lapisan-lapisan pasta dan keju.

Di seluruh Eropa, wabah ini tanpa pandang bulu menewaskan sekira 20 juta jiwa.

Jerman: 1918

Perang Dunia I menghadirkan episode perang parit yang berdarah-darah dan penggunaan senjata kimia yang kejam. Sepanjang tahun 1914 hingga 1918 keadaan sangat buruk. Perang mengorbankan 16 hingga 20 juta nyawa dengan Jerman tercatat sebagai yang paling parah menderita. 80 % populasi pria usia 15 hingga 49 tahun berkesempatan mencicipi kejamnya medan laga. Bahkan setelah perang berakhirpun korban jiwa terus berlanjut. Pada tahun yang sama, yakni 1918, pandemi Flu Spanyol mendera 1/3 populasi dunia dan diperkirakan memakan korban 20 hingga 50 juta jiwa, sama buruknya dengan korban yang jatuh dari perang.

Amerika tahun 1520an

Christopher Columbus beserta pasukan Spanyol penakluknya tidak cuma membawa serta banyak senjata dan kuda ke dunia baru, melainkan juga bakteri mematikan yang hampir manyapu habis penduduk asli Amerika.

Menurut Charles C. Mann, penulis buku 1493: Uncovering the New World Columbus Created,

Wabah cacar menewaskan 60% hingga 90% penduduk asli sehingga sudah tidak berdaya lagi melawan kolonisasi Eropa. Sejarawan menduga cacar air pertama kali sampai ke Amerika tahun 1520, dan bukanlah satu satunya penyakit mematikan yang datang dari dataran Eropa. Dalam beberapa generasi selanjutnya, 20 juta nyawa melayang terenggut penyakit infeksi ini karena tubuh mereka tidak memiliki kekebalan.

Uni Sovyet 1930an

Joseph Stalin mengubah Uni Sovyet menjadi negara industri dengan cara merampas paksa lahan petani, lalu mengirim orang-orang malang tersebut ke kamp tenaga kerja dengan menggunakan jasa polisi rahasia. Tahun 1989 seorang sejarawan menghitung bahwa Stalin lah yang bertanggungjawab terhadap hilangnya 20 juta jiwa, termasuk di dalamnya 6 hingga 7 juta yang akibat bencana kelaparan yang sengaja diciptakan.

Jepang sekira 1945

Dengan reputasinya sebagai perang paling mematikan, Perang Dunia II benar-benar sukses mengurangi beban bumi dengan memangkas sejumlah besar umat manusia di dalamnya. Uni Sovyet kehilangan 25 juta penduduk, China kehilangan 15 juta jiwa. Yahudi menyusut sebanyak 6 juta, bersamaan dengan jutaan tahanan politik dan penduduk sipil di kamp konsentrasi selama Holocaust.

Jepang cuma kehilangan 3 juta jiwa, namun ia menjadi satu-satunya negara yang mengalami serangan nuklir. Presiden AS Harry S Truman memilih opsi menjatuhkan bom atom di atas Hiroshima dan nagasaki untuk memaksa Jepang agar segera menyerah.

Saat kaisar Hirohito menyerah beberapa hari kemudian, korban bom telah mencapai 100.000 penduduk sipil.

Irlandia 1840an

Suatu bencana kelaparan dahsyat yang disebut The Irish Potato Famine, pernah terjadi di Irlandia tahun 1845.

Bencana tersebut dipicu oleh gagal panen selama 7 tahun lamanya akibat tanaman kentang diserang oleh semacam hama jamur. Produksi turun hingga 75%, padahal para petani penyewa lahan mengandalkan kentang sebagai makanan pokok. Irlandia pada waktu itu adalah koloni Inggris dan petani masih harus membayar sewa tanah dengan menyetor kentang dalam jumlah besar. Saat kelaparan berakhir di tahun 1852, 1 juta jiwa terlanjur melayang, sedangkan 1 juta jiwa lain memilih meninggalkan rumahnya untuk pindah ke tempat lain secara permanen.

Inggris tahun 1666

Dengan beberapa alasan, tahun 1666 disebut-sebut sebagai tahun terburuk bagi kota London. Kota metropolis ini dihantui wabah mematikan dan bencana kebakaran. 1 dari 5 penduduk London tewas terkena wabah yang seluruhnya membunuh 100.000 jiwa.

Raja Charles II meninggalkan kota saat wabah mulai menyerang tahun 1665 dan menolak kembali selama berbulan-bulan.

Tahun 1666 kebakaran yang bermula dari sebuah pabrik roti dan dengan cepat menyapu habis seluruh kota. Peristiwa yang dijuluki sebagai ‘The Great Fire of London’ ini memusnahkan 80% struktur kota yang kebanyakan terbuat dari kayu dan tar.

Sedikit sisi positif di balik bencana ini adalah ikut terhentinya penyebaran wabah penyakit.

China dari tahun 1958 hingga 1962

Momentum bersatunya China yang digagas oleh Mao Ze Dong tahun 1958 membutuhkan tumbal sebanyak 45 juta jiwa. Mao bermaksud  mengubah China dari masyarakat pertanian ke negara industri, seperti yang dilakukan oleh Stalin di Rusia tahun 1930.

Industrialisasi yang tidak tebang pilih ini menyebabkan petani mengalami siksaan fisik, kelaparan, dan hukuman badan. Jutaan rakyat harus bekerja sampai mati, sementara jutaan lain menderita kelaparan.

Pada akhirnya, harga yang harus dibayar bagi keberhasilan China menjadi negara besar hampir setara jumlah korban dalam Perang Dunia II yakni 55 juta jiwa.

Perancis di tahun 1793

Akibat isu pasukan asing yang mengancam akan menginvasi Perancis, perang sipilpun pecah di seluruh negri. Tahun 1793, pemimpin Perancis Maximilien Robespierre memulai gerakan penangkapan dan eksekusi hukuman mati berskala besar sehingga masa itu dikenal sebagai masa pemerintahan teror.

guillotine-yang-dipergunakan-untuk-eksekusi-hukuman-mati-dalam-revolusi-Perancis-kekunoandotkom
Guillotine-yang-dipergunakan-untuk-eksekusi-hukuman-mati-dalam-revolusi-Perancis

Siapa saja yang dituduh sebagai ‘musuh revolusi’ di tangkap dan dipenggal dengan guillotine. Di luar Paris, para pemerintah lokal melaksanakan agenda serupa. Paling sedikit 300.000 orang ditangkap dan hampir 40.000 diantaranya harus kehilangan kepala tanpa melalui pengadilan, diantaranya menimpa bekas raja dan ratu Perancis sendiri, Louis XVI and Marie Antoinette.

Kreta, Yunani tahun 365 Masehi

Pagi hari 21 Juli 365, sebuah genpa bumi dahsyat yang diperkirakan mencapai 8,5 skala Richter mengguncang pulau Kreta di Yunani dan memicu tsunami yang melenyapkan 50.000 penduduk di wilayah itu. Dari kota Alexandria di Mesir, sejarawan Yunani Ammianus Marcellinus melaporkan dengan dramatis betapa dahsyatnya dampak bencana.

Indonesia di tahun 1815

Letusan Krakatau adalah bencana gunung berapi Indonesia yang paling terkenal di dunia, namun yang paling berbahaya adalah letusan gunung Tambora tahun 1815 yang besarannya lebih dahsyat 10 kali lipat dibanding letusan Krakatau 1883 dan bahkan tercatat sebagai letusan gunung berapi paling dahsyat di seluruh dunia selama kurun waktu 10.000 tahun terakhir. Bencana tersebut seketika mengakibatkan 10.000 jiwa tewas dan 90.000 lainnya meninggal akibat kontaminasi dan kelaparan yang menyusul kemudian. Begitu hebatnya skala bencana sampai-sampai menyebabkan seluruh dunia mengalami kegelapan sehingga 1816 disebut sebagai ‘tahun tanpa musim panas’ di Eropa.

Ilustrasi letusan gunung berapi
Interpretasi seniman menggambarkan bencana alam letusan gunung berapi

Baca juga tentang Tambora, Pompey dari timur yang menceritakan salah satu bencana alam paling dahsyat di dunia di tautan ini.

 

Ilustrasi sampul: Irish Potato Famine

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0