Dulu Orang Eropa tidak Bule, Bahkan Mirip Orang Afrika Utara Kini

Kemampuan ahli forensik mereka ulang wajah manusia yang telah meninggal dunia sungguh mengagumkan. Dari sejumlah pakar, ada salah satu ahli forensik bernama Oscar Nilsson yang lain daripada yang lain. Alih-alih mendayagunakan teknologi terkini berbasis komputer, ia justru lebih mengandalkan sepenuhnya pada piranti dahsyat buatan Tuhan; apalagi kalau bukan tangannya sendiri.

Oscar Nilsson adalah seorang arkeolog merangkap seniman patung yang memilih spesialisasi reka ulang wajah manusia. Ia memang masih mempergunakan komputer untuk mencetak 3D tulang tengkorak yang ditemukan dari ekskavasi, namun selebihnya, jari-jemarinyalah yang menari-nari.

Pada tahun 1996 dia mendirikan perusahaan bernama O.D. Nilssons yang berkolaborasi dengan museum di seluruh dunia menggarap proyek reka ulang raut muka orang yang kuburannya ditemukan dalam ekskavasi arkeologi.

“Memecahkan rahasia air muka manusia adalah hal yang selalu membuat saya penasaran; variasi kedalaman tulang, alur otot, struktur gigi, rahang, dan berbagai kemungkinan yang dapat membentuk wajah seseorang adalah yang membuat saya sangat bersemangat dalam pekerjaan ini. Semua wajah yang saya coba hidupkan berbeda-beda, masing-masing individu memiliki keunikan tersendiri”, begitu jawab Nilsson saat ditanya motivasinya.

Simak beberapa karya Nilsson yang dipamerkan di berbagai museum di dunia:

Adelasius Elbachus

Ini adalah wajah Adelasius Elbachus, seorang laki-laki muda yang tampan dari Swis yang hidup pada abad VIII Masehi. Nama Adelasius hanya rekaan yang disematkan oleh para ahli penelitinya.

Tengkoraknya mengindikasikan malnutrisi dan infeksi kronis, namun pada saat bersamaan dia memiliki gigi yang sehat dan bagus, satu hal yang sangat langka pada masa itu. Dari data ini Nilsson sengaja menyelipkan senyum di wajah Adelaziy.

Ratu Huarmey

Sebuah pemakaman ditemukan di barat laut Peru saat tengah dilakukan ekskavasi oleh sekelompok arkeolog Polandia pada 2012. Kuburan ini bercorak budaya Indian Wari (yang merupakan nenek moyang suku Inca) dan ditemukan dalam keadaan utuh akibat luput dari penjarahan dan perampokan makam. Pemburu harta karun sering membongkar makam kuno dan mengambil barang-barang berharga di dalamnya untuk dijual.

Di dalam kompleks kuburan terbaring 58 kerangka wanita bangsawan dari berbagai rentang usia bersama dengan berbagai barang mewah.

Salah satu kerangka yang ditandai dengan nama Ratu Huarmey adalah yang paling menonjol karena paling mewah dibanding dengan lainnya. Di samping kerangkanya ditemukan perhiasan batu mulia, giwang emas, gelas perak, kapak upacara tembaga, dan salah satunya juga kain yang mahal. Perlu diketahui bahwa pada masa itu kain terhitung masih jauh lebih berharga daripada emas dan perak karena pembuatannya sulit dan membutuhkan waktu sangat lama. Kadang dibutuhkan waktu hingga 2-3 generasi untuk menenun sehelai kain.

Setelah melalui penelitian yang seksama, ditarik kesimpulan bahwa di masa hidupnya wanita ini sering duduk pada waktu yang lama, banyak beraktifitas dengan anggota badan bagian atas, yakni menenun. Mungkin yang bersangkutan sangat dihormati akibat keahliannya menenun kain terbukti dari ditemukannya beragam alat tenun emas dekat jenazahnya.

Wanita muda yang hidup pada jaman batu sekira 5500 tahun yang lalu

Gadis ini wafat pada usia 20 tahun dan dikubur bersama dengan janin di dalam tubuhnya. Kemungkinan ia meninggal akibat kesulitan melahirkan. DNA dalam jenazahnya sudah rusak, namun dari penemuan sejenis pada masa tersebut, didapat kesimpulan bahwa orang yang hidup di Brighton Inggris pada jaman itu tidak berkulit putih/ bule, melainkan memiliki kemiripan dengan orang yang tinggal di Afrika Utara masa kini. Sebuah temuan yang cukup mencengangkan.

Estrid Sigfastsdotter

Wajah ini merupakan reka ulang wajah Estrid Sigfastdotter, seorang wanita kaya raya dan berpengaruh yang tinggal dekat Stockholm Swedia abad XI Masehi. Serangkaian batu penanda yang ditemukan di situs pemakamannya menceritakan banyak hal tentang hidup dan keluarganya. Ia cukup beruntung dapat mencapai umur panjang, yakni sekira 80 tahun. Perlu diketahui bahwa pada masa Viking, harapan hidup hanya 35 tahun. Dari penelitian terhadap makamnya didapat keterangan bahwa suami pertamanya telah meninggal di Byzantium.

Raja Viking

Berikut adalah raut muka seorang raja Viking Swedia yang hidup di awal abad XI. Akibat ditemukannya DNA yang memadai, pakar dapat menentukan warna kulit, rambut dan matanya. Dia meninggal pada umur 45 tahun.

Wanita Neanderthal

Wanita ini hidup sekira 45.000-50.000 tahun yang lalu. Kerangkanya ditemukan selama ekskavasi tahun 1848 di Gibraltar. Dalam akun Facebooknya, Nilsson mencatatkan bahwa ia sungguh-sungguh berusaha mendapatkan wajah manusia Neanderthal yang seperti seharusnya karena spesies ini bukan Homo Sapiens, bahkan orang Eropa berbagi 2-4% DNA dengan Neanderthal sehingga pasti ada kemiripan. Sebelumnya, gambaran orang terhadap Neanderthal lebih mirip kera raksasa menakutkan, kini lebih mendekati manusia modern.

Remaja yang hidup 9000 tahun lalu.

7000 tahun sebelum masehi, Avgi adalah gadis 18 tahun yang hidup di area yang sekarang menjadi negara Yunani. Ia menjadi saksi saat masyarakat mulai bertukar hasil buruan di hutan, menemukan teknologi sederhana, dan memulai revolusi pertanian.

Laki-laki dari jaman Saxon Inggris

Pada saat ajalnya, ia berusia 45 tahun. Tulang-tulangnya menunjukkan bahwa dia memiliki tubuh yang kuat. Akibat dari bengkak bernanah yang permanen, banyak gigi dan sebagian rahang atasnya hilang. Barangkali  meninggal akibat radang. Terdapat juga luka dari tindak kekerasan. Mungkin tadinya ia adalah prajurit.

Wanita moyang Romano-British

Sisa kerangkanya mengindikasikan betapa berat kerja fisik yang harus dilakukannya sehari-hari. Ia meninggal di usia antara 25-35 thn. Selama ekskavasi, banyak kuku ditemukan dekat tubuhnya, yang merupakan praktik klenik. Kemungkinan ini merupakan kepercayaan agar roh orang yang meninggal ini tidak akan bisa mengganggu yang hidup, atau bisa juga akibat dari hal sepele seperti kecerobohan saat menutup peti mati.

Laki-laki dari jaman perunggu 3700 tahun yang lalu

Tengkorak laki-laki ini menunjukkan bukti kurang gizi dan anemina akibat kekurangan zat besi. Ia meninggal di usia antara 25-35 tahun.

Kamu bisa lebih mengenal seniman ini bila mengunjungi web nya di odnilsson.com

 

(Disadur sepenuhnya dari boredpanda.com)

 

Total
2
Shares

Berlangganan

Yuk bergabung agar selalu mendapatkan notifikasi setiap artikel baru terbit