in

Foto Lawas Seputar Alun-alun dan Pusat Kota Malang

Tanda-tanda bakal berkembangnya afdeling Malang, sebuah wilayah perkebunan kopi yang subur di Jawa bagian timur, menjadi besar terlihat dari meledaknya jumlah penduduknya di paruh akhir abad 19.

Sebelum pemerintah kolonial membuka perkebunan kopi pada 1832, Malang tidak terlalu penting. Sejarah bahkan mencatat daerah ini termasuk yang tidak aman, sehingga baru belakangan tersentuh oleh pembangunan, tentu dalam tanda kutip.

Untuk melengkapi informasi ini, pembaca wajib mengetahui tentang perlawanan anak cucu Surapati di daerah Malang pada artikel berjudul Perburuan Pangeran Pembangkang Singasari Menyasar Hingga ke Malang

Lokasi Afdeling Malang sangat menguntungkan, yakni diapit dua barisan pegunungan Arjuna-Kawi di sebelah barat dan Bromo-Semeru di sebelah timur sehingga membuat lahannya menjadi subur. Musim kemarau tidak menghalangi tanaman kopi untuk tumbuh bagus di kawasan ini sehingga tidak perlu lama, Malang menjadi penghasil kopi terbesar se Jawa timur.

Pada 1887-1889 panen kopi di Malang mencapai 143.173 pikul, masih jauh lebih besar dibandingkan panen dari daerah penghasil kopi lain seperti Besuki (Banyuwangi- Jember), Probolinggo dan Jombang digabung sekaligus yang hanya mencapai total 40.060 pikul.

Perkembangan sektor perkebunan inilah yang menjadi magnet yang menarik orang luar masuk ke Malang. Pernah dalam jangka setahun saja jumlah penduduk naik sebanyak 3.500 jiwa, sangat besar untuk masa itu. Tahun 1890, pertambahan penduduk Eropa meningkat 150 % dari 103 menjadi 284 dan Tionghoa 40 % dari semula 465 bertambah menjadi 600 jiwa. Proses migrasi berlangsung terus hingga memasuki abad 20.

‘Timing’ nya sangat tepat karena komoditas kopi merupakan komoditas paling seksi yang tengah naik daun di Eropa.

Perkembangan ini tentu berimbas pada gemeente atau kota madya Malang sebagai pusat administrasinya. Kota bertumbuh secara signifikan. Anehnya ada dua alun-alun, bundar dan kotak yang membawa kisah uniknya masing-masing. Terdapat perumahan elit yang ditata rapi laiknya bangunan serupa di Eropa.

Lahir sejumlah sudut yang ikonik yang menjadi kebanggaan identitas warga kota Malang hingga kini, termasuk kawasan high class-nya Malang masa itu, yakni seputaran alun-alun dan Kayutangan.

Berikut ini beberapa potret lawas yang menunjukkan keindahan nuansa tempo doeloe jantung kota Malang tersebut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0