in

Gambar Orang Jawa Kuno dari Sumber Asing Non Eropa

Lukisan, gambar, maupun sketsa tentang nusantara jaman dulu yang sering saya temui kebanyakan berasal dari sumber Eropa.

Gambar-gambar tersebut berasal dari dokumen milik pedagang barat yang mencatat transaksi dagang, ilmuwan dan naturalis barat yang mendokumentasikan penelitian tentang satwa atau penduduk di negeri asing, pengelana yang menerbitkan catatan perjalanan, perwira yang menulis laporan tentang aksi militer pasukannya kepada atasan, serta serdadu yang menuangkan isi hatinya dalam buku harian.

Selain sumber sejarah yang sifatnya ‘kebetulan’ di atas, ada banyak litografi yang dikerjakan oleh siswa pelukis yang mendapat pelatihan dari angkatan laut Belanda, maupun pelukis profesional yang sengaja didatangkan dari negeri kincir angin untuk memenuhi permintaan orang-orang kaya di Batavia ( baca Mengintip Dunia Kuno Lewat Litografi ).

Meskipun eksotis, kaca mata orang Eropa kadang kurang pas, jadi bukan main girang hati saya saat menemukan sejumlah ilustrasi yang dibuat oleh seniman Cina atau Jepang. Karya-karya mereka ini menawarkan cara yang berbeda untuk menikmati sejarah.

Portugis adalah orang Eropa pertama yang mencapai Jepang pada 1543. Inggris datang berikutnya lalu disusul Belanda pada tahun 1600. Untuk membendung upaya penyebaran agama Kristen yang dilakukan Inggris dan Portugis, penguasa Jepang menerapkan Sakuko, yakni praktik isolasi diri yang menutup kontak dengan dunia luar. Sakuko dilaksanakan hingga 220 tahun lamanya dan baru berakhir tahun 1853.

Hanya Cina dan Belanda, bangsa Eropa yang hanya memikirkan berdagang dan tidak tertarik mengirim misionaris dan penginjil, yang masih diijinkan berdagang secara terbatas di pelabuhan Dejima, sebuah pelabuhan perdagangan kecil di Nagasaki. Pada periode inilah Belanda masuk ke nusantara sehingga terdapat figur orang Jawa pada lukisan-lukisannya.

Ilustrasi-ilustrasi ini muncul dalam beragam gaya, tetapi semua menggambarkan orang Jawa dan orang Bali sebagai budak Belanda, sering memegang payung atau memegang beberapa barang lainnya.

Wah, ngenes banget ya orang kita banyak jadi jongos sejak duluuuu sekali 🙁

Orang-Belanda-dan-budak-jawa-menawarkan-arang-pada-burung-kasuari-kekunoandotkom
Orang-Belanda-dan-budak-Jawa-yang-menawarkan-arang-pada-burung-kasuari


Qing Imperial Illustrations of Tributary People adalah kumpulan studi deskriptif dan etnologis yang berisi catatan tentang negara-negara anak sungai (dan seterusnya) serta berbagai kelompok etnis pada masa pemerintahan Qing abad 18. Berikut pengamatan seniman Cina tentang pakaian yang dikenakan penduduk nusantara dari buku itu.

Pakaian orang Sumatera digambar oleh seniman Cina abad 18
Pakaian orang Sumatera digambar oleh seniman Cina abad 18
Pakaian orang Jawa digambar oleh seniman Cina abad 18
pakaian-penduduk-Banjarmasin
Pakaian orang Banjarmasin digambar oleh seniman Cina abad 18

Sumber: Munko

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0