SukaSuka

Keris Jalak Sangu Tumpeng, Si Permudah Rezeki

keris jalak sangu tumpeng

Dalam budaya Jawa, keris menjadi sebuah senjata yang banyak dimiliki hingga dikoleksi untuk berbagai tujuan. Salah satu yang populer adalah keris jalak sangu tumpeng. Keris seperti apakah itu dan apa yang membuatnya begitu ingin dimiliki?

Mengenal Keris Jalak Sangu Tumpeng

Jalak sangu tumpeng merupakan salah satu dhapur keris lurus yang populer dan banyak dicari. Keris ini bahkan diyakini memiliki tuah untuk memudahkan para pemiliknya dalam mencari rezeki. Meski demikian, keris ini juga dikenal sarat akan filosofi dan muatan spiritual.

Keris ini termasuk dalam jenis keris lurus dengan gandhik polos dan ukuran panjang bilah yang normal. Jika dilihat dari ricikan keris jalak sangu tumpeng, keris ini terdiri dari pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, hingga tingil. Meski terbilang sederhana, beberapa catatan menyebutkan jika keris ini merupakan keris pusaka sekaligus andalan raja keraton Yogyakarta.

keris jalak sangu tumpeng
Ricikan Keris Jalak Sangu Tumpeng

Makna dan Filosofi Keris Jalak Sangu Tumpeng

Jika dilihat dari namanya, sejatinya keris ini terdiri dari beberapa kata benda yang saling berkaitan satu sama lain. Adapun kata benda yang dimaksud adalah “jalak” dan “tumpeng”. Berikut beberapa makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

1. Jalak

Jalak dikenal sebagai salah satu burung yang pintar. Tidak hanya pandai berkicau, namun juga rajin mencari makanan. Burung ini juga dikenal memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya sehingga tidak merugikan hewan lainnya.

Baca Juga: Simak Filosofi Keris Brojol, Bertuah Melancarkan Segala Urusan

Malahan, burung ini dikenal sebagai salah satu burung dengan manfaat penting bagi hewan lain seperti kerbau. Bagaimana tidak, burung ini kerap digambarkan selalu hinggap di atas punggung kerbau untuk memakan kutu yang hinggap. Selain itu, burung jalak juga dikenal sebagai spesies hewan yang setia.

Dengan kemampuannya, burung ini juga dianggap selalu teguh dan setia dalam mencapai tujuannya dengan tidak merugikan sesama maupun alam sekitarnya. Tidak mengherankan jika burung ini dijadikan simbolisasi keris jalak sangu tumpeng untuk mencari nafkah dan menjalani kehidupan.

2. Tumpeng

Tumpeng merupakan nasi yang dibentuk mengerucut ke atas seperti gunung. Di sekelilingnya, terdapat berbagai lauk yang ditata sedemikian rupa, mulai dari daging ayam, telur, tempe, urap, dan sebagainya. Tumpeng menjadi tradisi sajian yang digunakan dalam banyak upacara budaya dan keagamaan.

Baca Juga: Kisruh Tahta Keraton Yogyakarta, Tiga Putra Hamengkubuwono VII Gagal Jadi Raja!

Nasi yang dibuat mengerucut ke atas melambangkan penyembahan kepada Tuhan YME. Selain itu, bentuk gunungan juga dapat diartikan sebagai harapan agar kesejahteraan hidup semakin tinggi. Berbagai lauk yang tersaji juga memiliki maknanya sendiri-sendiri.

Dalam selamatan, tumpeng akan selalu dipotong dari atas dan diserahkan kepada orang yang lebih “tua” sebagai penghormatan. Selanjutnya, nasi tumpeng akan disantap bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus pengajaran tentang kerukunan dan kebersamaan.

Jika dirangkai menjadi satu, filosofi keris jalak sangu tumpeng dianggap sebagai burung jalak yang membawa bekal nasi tumpeng. Dengan demikian, keris ini seolah menyimpan nilai-nilai dan ajaran mengenai pandangan hidup yang selalu mengedepankan Tuhan dan sesama. Selain itu, diharapkan pemiliknya juga akan selalu berbuat benar dan menjaga nilai-nilai luhur kehidupan.

Tuah dan Kegunaan Keris Jalak Sangu Tumpeng

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri keris jalak sangu tumpeng, serta filosofinya, tentu penting juga untuk mengetahui seperti apa tuah dan kegunaan yang ada pada keris ini. Acapkali, keris ini kita temui sebagai pusaka keluarga yang diberikan secara turun temurun.

Tidak jarang, pusaka ini juga diberikan oleh orang tua kepada anaknya ketika hendak merantau. Hal ini karena keris dengan dhapur jalak sangu tumpeng diyakini akan memudahkan mereka untuk mencari rezeki, sama halnya seperti makna yang terkandung pada keris tersebut.

Keris ini juga diberikan dengan sejumlah pengajaran tersirat, yakni untuk selalu takwa terhadap ajaran agama dan Tuhan YME, berlaku jujur, ulet, serta tidak merugikan orang lain saat bekerja. Tuah pada keris inilah yang kemudian dianggap dapat memperlancar rezeki seseorang yang memilikinya.

Itulah beberapa hal mengenai filosofi dan makna yang ada pada keris jalak sangu tumpeng. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pembelajaran buat Anda yang ingin mengoleksi atau sekadar mempelajarinya. Tertarik memilikinya?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

One Comment

Loading…

0
keris brojol

Filosofi Keris Brojol, Kegunaan dan Cirinya

Legiun mangkunegaran Berparade di Surakarta Kekunoan.com

Pasukan Perang Elit Se-Nusantara Dikirim ke Perang Aceh