in

Lukisan Candi dan Objek Bersejarah dari Masa Kerajaan Hindu-Buddha

Postingan ini adalah upaya untuk mengumpulkan referensi visual baik berupa sketsa, gambar, lukisan, litografi atau foto, tentang benda-benda dan situs bersejarah dari masa lalu.

Beruntung banyak pihak yang sempat mengabadikan relik-relik tersebut, karena sebagian diantaranya kini tidak dapat ditemukan lagi atau telah berubah.

Kamu atau siapapun dapat menambahkan koleksi ini melalui tombol ‘KIRIM KONTEN’ di kanan atas.

Semoga kita semua dapat beroleh manfaatnya !!

Salam. Rahayu.

#1 Candi Sukuh di Gunung Lawu ( Candi Sukuh op de berg Lawu )

Candi Sukuh op de berg LawuPainting with the group of monuments located on the third and highest terrace of candi Sukuh.  The pyramid shape of the main temple is striking.Sieburgh contradicts himself and thinks that on the one hand he is dealing with a "sacred forge" dedicated to Ramadi, the god of blacksmiths, and on the other with the "pedestal of a fountain". The entrance to the monument does not lead in but upwards, to a platform, with a water pipe in the middle. He therefore suspected that the weathering of the building was due to water flowing over it. In the foreground is a sacrificial temple that Sieburgh thought was supposed to represent a melting furnace, but without traces of fire. An enormous linga, depicted by Sieburgh in drawing 37-903-48, has been found here. It is possible that the pyramid itself represents a huge yoni and the lingga was located on top of the monument.

Numbering Sieburgh: 25

Numbering de Bruijn: 24

Signed by H.N.  Sieburgh in 1840

NMVW_RV-37-0-6

#3 Alun-alun Desa Singosari Dekat Malang 1840 (H.N. Sieburgh)

Lukisan ini menunjukkan apa yang dilihat di alun-alun di desa Singosari dekat Malang (Jawa Timur) ketika H.N. Sieburgh melukisnya pada tahun 1840. Di sebelah kanan di latar depan kita melihat salah satu dari dua tokoh penjaga besar (rakshasa). Kiri di latar belakang adalah yang kedua untuk dilihat, setengah tenggelam ke tanah. Mereka masih dapat ditemukan di lokasi ini, yang kedua telah dikeluarkan dari tanah. Kiri dan kanan adalah alas besar yang dilukis di mana sosok penjaga ini awalnya ditempatkan. Di tengah, di latar depan, Sieburgh melukis seekor banteng (Nandi), gunung dewa Siwa. Ini menyangkut Nandi yang dikirim ke Batavia pada tahun 1900 dan sekarang di Museum Nasional Indonesia di Jakarta (MNI 324d / 4214). Di tengah, di latar belakang, kita melihat Ganesha. Ini paling mirip dengan Ganesha di Museum Nasional Indonesia di Jakarta (MNI 191a), yang diangkut ke Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1893. Lukisan ini nomor 29 dalam catatan Sieburgh dan nomor 28 dalam buku karya J.V. de Bruijn.

NMVW Collection

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0