in

Punden Kalisongo, Situs yang Mepet Perumahan Dieng.

Nama Punden Kalisongo mungkin masih sangat asing bagi masyarakat Malang. Padahal lokasinya cukup strategis dan dekat dengan kota. Punden Kalisongo terletak di Dusun Sumberrejo RT/RW: 01/01 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Untuk mencapai situs ini, cukup berkendara 2 menit dari perempatan Dieng ke arah barat menuju arah Perumahan Dieng. Dari perempatan depan Perumahan Bukit Dieng langsung lurus ke jalan menurun menuju desa Kalisongo. Situs akan terlihat setelah tikungan, kemudian mentok di pertigaan. Lokasinya tepat di samping Pertigaan berbatasan dengan Perumahan Lembah Dieng disebelah timur rumah penduduk. Untuk mengunjunginya, anda tidak ditarik biaya sepeser pun. Disekitarnya merupakan wilayah padat penduduk dimana anda dapat menikmati jajanan dan makanan setempat. Selain itu anda dapat menikmati pemandangan Perumahan Lembah Dieng dan Kota Malang dari atas Bukit dari Desa Kalisongo.

Di punden, berdiri sebuah pendopo kecil berbentuk persegi empat berukuran 2×2 M. Pendopo ini baru dibangun tahun 2016. Didalamnya diisi artefak-artefak bersejarah. Adapun artefak-artefak tediri dari arca nandi, yoni, umpak, balok batu berelief, pilar batu, dan balik batu.

Menurut Artikel Pak Dwi Cahyono Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang, Punden Kalisongo merupakan reruntuhan Candi Hindu beraliran Siwa. Dalam punden ada batu bertuliskan kronogram bertanggal sekitar Masa Kadiri. Bukti ini diperkuat oleh Prasasti Pamotoh bertanggal  1198 M menyebut Desa Palakan sebagai salah satu desa di timur Gunung Kawi yang menyerahkan pajak ke Rakyan Kanuruhan. Palakan ditelusuri dengan dusun Lok Andeng atau Lok Sumber yang kemudian menjadi dusun di Desa Kalisongo.

Masyarakat Sumberejo masih menganggap bahwa Punden Kalisongo merupakan tempat penjaga spiritual Desa yang disucikan dimana sejak dulu menjaga Desa Kalisongo. Tiap tahun, diadakan upacara bersih desa yang dimulai dari punden. Punden masih disucikan dan dijaga oleh masyarakat yang dibersihkan secara berkala tiap tahun kemudian diadakan makan dan tahlilan bersama.

Pak Sutikno, anggota komunitas Metro Pradesa juga ketua RT/RW di situs menyatakan bahwa situs ini sempat terancam oleh pengembangan perumahan. Dalam penerbitan surat tanah pengembang perumahan Lembah Dieng, tanah situs punden termasuk wilayah pengembangan. Pada awalnya, sekarang yang menjadi pertigaan dulunya merupakan perempatan dimana ada jalan menuju utara menuju ladang dan sungai. Situs dulunya terletak di pojok utara timur dari perempatan. Untungnya, pengembang menghormati permasalahan yang ada dan menunda melakukan pembangunan di bagian tanah yang bermasalah. Masyarakat setempat sadar akan ancaman yang terjadi melakukan kompromi dengan menutup jalur ke utara yang telah tidak digunakan dan memindah situs ke tanah yang dulunya jalan tersebut. Dengan prakarsa Komunitas Metro Pradesa dan Pemerintah Desa, maka diusahakan legalisasi Situs dengan mengajukan status ke PTUN dan Balai Cagar Budaya. Situs telah memperoleh status sebagai cagar budaya dari BPCB Trowulan.

Comments

Loading…

0