in

Seantero Malang dalam Kartu Pos Bergambar, Karya Potret Neville Keasberry

Fotografer ini lahir di Surabaya 24 April 1866, dan wafat di Lawang 26 April 1944. Ia banyak mengabadikan pemandangan Malang, baik kota maupun pelosoknya sebelum potretan Ong Kian Bie beredar luas.

Ada beberapa potretannya yang diwarnai dengan teknik yang masih sederhana era tersebut, untuk digunakan menjadi kartu pos bergambar warna.

Dari karya-karyanya, dapat diamati keadaan bangunan-bangunan di Malang yang belum terkena modernisasi. Terlihat, arsitektural gedung yang masih sederhana di pelosok-pelosok strategisnya.

*sumber foto : semua foto dapat dinikmati pada collectie digital wereldculturen.nl

Sumber: Unggah ulang dari utas akun FB mas Tjahjana Indra Kusuma.

#4 Stasiun Malang awal yang menghadap timur, dibuka tahun 1879

Stasiun Malang awal yang menghadap timur, dibuka tahun 1879. Khas arsitektural rancangan tim teknis Staatsspoorwegen (SS) dengan menyesuaikan kelas stasiun. Malang berpintu 3 dengan kusen angin-angin berbentuk setengah lingkaran /melengkung. Punya kemiripan dengan stasiun Pasuruan, Kediri dan beberapa stasiun di lingkungan SS.

  1. Sekarang dibangun lagi menghadap timur, kemungkinan akan difungsikan seperti stasiun Gubeng, untuk pemisahan penumpang KA Ekonomi dan Eksekutif

#5 Viaduct dekat Spoor Straat

Viaduct dekat Spoor Straat, dengan gelagar yang lebih kecil/ramping daripada yang sekarang. Besar atau rampingnya gelagar rangka-samping jembatan baja overpass menyesuaikan dengan tekanan gandar lokomotif dan beban maksimal yang dapat dipikul saat melalui jembatan tersebut.

Viaduk ini menghubungkan lintas Stasiun Malang (1879) dan Stasiun Kotalama (1896) yang resmi dibuka tahun 1897.

Foto diambil dari Station Weg.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0