in

Bukan Virus, Pembunuh Manusia Pra Sejarah Lebih Mengerikan

predator jaman prasejarah kekunoan.com

Dunia sedang berjuang menaklukkan virus Covid 19 yang menyebabkan wabah Corona, pembunuh yang telah merenggut ribuan nyawa manusia dalam 3 bulan terakhir.

Tahu kah kamu apa sebenarnya pembunuh manusia jaman prasejarah nomor wahid?

“Mungkin Tyrannosaurus rex atau Megalodon”

Kalau kamu suka nonton film Jurassic Park barangkali itu jawabanmu.

Ada satu lagi yang belum kamu sebut, yakni Dinofelis, seekor predator yang seukuran dengan leopard atau singa, yang khusus memangsa mamalia primata semacam kera dan itu berarti juga mamalia yang merasa diri paling pintar, manusia.

Bukti temuan fosil menunjukkan hewan ini mencabut nyawa moyang kita dengan sangat efisien, cukup dengan sekali gigitan pada kepala.

kekunoan.com

Tampang hewan seukuran anjing, Hyena, sangat mengerikan, mirip makluk jahat dalam komik. Tapi sebetulnya ia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerabatnya yang bernama Pachycrocuta; masih mirip Hyena masa kini namun dengan ukuran sebesar singa Afrika.

Pada medio 1940-an ilmuwan menemukan sarang Pachycrocuta dipenuhi tengkorak Homo Erectus. Dengan sepasang rahang yang besar yang kekuatannya cukup untuk meremukan tengkorak, manusia masa pra sejarah tidak bisa berbuat banyak.

Di kelas binatang beruang, Grizzly dan Beruang Kutub adalah yang paling berbahaya, namun yang jauh lebih berbahaya bernama Short Mouth Bear/ Beruang Mulut Pendek. Ia dipercaya sebagai mamalia darat karnivora terbesar yang pernah ada. Meskipun badannya besar, ia mampu berlari 50 – 70 Km/ jam. Benar-benar menakutkan. Ia sanggup memburu seekor bison, apalagi mangsa yang lebih kecil dan lebih lamban, manusia.

predator purba kekunoan.com

Kebanyakan burung mengabaikan manusia karena dianggap terlalu besar untuk diburu dan dimangsa, namun ini tidak berlaku bagi elang Haast. Raptor berbobot 30 pond ini adalah raksasa penguasa wilayah Selandia Baru. Mereka memburu binatang seukuran rusa. Seiring kedatangan manusia, burung pemangsa raksasa ini kalah bersaing dan perlahan terdesak hingga hampir punah. Beruntung ia mampu beradaptasi dengan mencari sumber makanan baru; apalagi kalau bukan memangsa orang Maori, lebih-lebih anak-anak dan bayi.

elang haast predator purba kekunoan.com

Di matra air hadir Crocodylus Anthropophagus, buaya purba raksasa. Metode berburunya masih sama dengan anak cucunya yang masih hidup hingga kini. Ia akan menyergap mangsa dan menyeretnya ke dalam air.  Buaya memang masih berbahaya hingga sekarang, namun hanya terbatas pada area rawa atau sungai dekat habitatnya. Dulu lain ceritanya, jika apes jalan-jalan ke bukit atau piknik ke hutan bisa-bisa berakhir dalam perutnya. Nama julukan untuk binatang ini memang Man Eater, pemakan manusia.

buaya purba kekunoan.com

Bersyukur para predator ganas di atas sudah tinggal cerita. Penyebabnya antara lain karena ada yang habis diburu manusia atau kombinasi perubahan cuaca dan kalah bersaing dengan manusia.

 

Sampul: Interpretasi Dinofelis dalam ilustrasi

Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0